Sunday, 26 May 2019

Yuk Budayakan Ramadhan Minim Sampah!

Hari-hari di bulan Ramadhan yang dilewati dengan berpuasa, seringkali diakhiri dengan pesta. Aneka makanan menggugah selera terhidang di meja. Sepanjang jalanan para penjaja menu berbuka berlomba-lomba menawarkan penganan aneka rupa. Semua sudah menjadi tradisi menjelang berbuka. Tanpa disadari tradisi berburu takjil menu berbuka tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya volume sampah rumah tangga kita.

sampah
Sumber Gambar: pixabay.com


 Volume Sampah Meningkat di Bulan Ramadhan
Laman suara.com (16/05/2019) melansir bahwa untuk Ibu kota Jakarta, volume sampah di hari pertama Ramadhan meningkat hingga 864 ton. Bisa dipastikan kenaikan volume sampah yang sama juga terjadi di tempat-tempat lainnya. Kenaikan volume sampah ini pada umumnya didominasi oleh sampah makanan, sampah-sampah kresek dan wadah plastik menu takjil.
Peningkatan volume sampah ini sebenarnya bisa kita rasakan dari rumah masing-masing. Mari perhatikan kebiasaan kita setiap hari. Tidak jarang setiap sore ada saja anggota keluarga yang pulang membawa menu takjil dari luar. Dan bisa dipastikan menu takjil tersebut diwadahi dengan kantong kresek plastik. Jika menu takjil ada dua macam, maka kantong kreseknya juga dua. Belum lagi wadah minuman yang juga berbahan plastik.
Sampah yang dihasilkan tidak hanya plastik wadah makanan, tapi juga sisa-sisa makanan yang seringkali melimpah selama Ramadhan. Hampir setiap hari ada saja makanan yang harus terbuang karena basi atau tidak layak konsumsi lagi. Ditambah lagi limbah sayuran dan buah-buahan yang juga meningkat selama Ramadhan. Semua berakhir menjadi sampah yang menumpuk di lingkungan kita.
Menjelang lebaran volume sampah terus meningkat. Ragam jenis sampah pun bertambah. Tidak hanya kantong kresek dan kemasan plastik wadah takjil, tapi bertambah dengan plastik dan kaleng wadah makanan dan minuman instan. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya produksi sampah di negeri ini setiap harinya. Mungkinkah laju produksi sampah ini ditekan?

Agar Ramadhan Minim Sampah
Padahal Ramadhan seharusnya menjadi bulan yang penuh rahmat bagi seluruh alam, termasuk lingkungan. Adalah kewajiban setiap muslim juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Termasuk diantaranya yaitu kewajiban untuk menyelamatkan bumi dari pencemaran sampah. Sudah menjadi keharusan kita peduli pada persoalan sampah ini.
Dalam Al quran surat Al Isro ayat 26-27, Allah Swt mengingatkan pada manusia agar tidak menghambur-hamburkan harta secara boros. Karena sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetan.
Oleh sebab itu, sebagai ummat muslim sudah seharusnya kita untuk mengurangi produksi sampah terutama di bulan Ramadhan ini. Bagaimana caranya?

Pertama: awali dengan mengontrol nafsu
Ya, semua berawal dari nafsu. Saat puasa Ramadhan seringkali kita lapar mata. Terlebih ketika sepanjang jalan bertebaran penjual menu berbuka yang menggugah selera. Ingin yang ini, mau yang itu, semua diinginkan hingga akhirnya beragam jenis makanan tertumpuk di meja makan. Ujung-ujungnya lebih banyak makanan yang terbuang dari pada yang termakan. Yang terbuang pada akhirnya menjadi sampah.

Kedua: Budayakan Bukber dengan Konsep Minim Sampah
Memang terkesan tidak praktis, namun cukup membantu untuk mengurangi volume sampah. Menu takjil dan makanan bisa disajikan di piring kaca, sementara minuman disediakan lewat galon atau termos. Paling tidak, konsep ini akan mengurangi sampah wadah makanan saat bukber.

Ketiga: siapkan wadah sendiri saat belanja takjil
Sedikit repot memang membawa wadah sendiri saat belanja takjil. Namun, kerepotan ini akan sangat membantu mengurangi volume sampah plastik di rumah kita. Tidak ada salahnya hal ini menjadi kebiasaan kita, sebagai wujud langkah kecil kita mengurangi volume sampah.
Semoga tulisan sederhana ini bisa menggugah hati kita untuk bergerak mengurangi volume sampah di lingkungan kita, terlebih di bulan Ramadhan ini!

Referensi:
1 

No comments:

Post a Comment